Kamis, 03 Juli 2014



Kolaborasi Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim dan Tristar Culinary Institute

234 Anggota Koperasi Belajar Kuliner

KEPERCAYAAN publik terhadap eksistensi Tristar Culinary Institute (TCI), sebagai lembaga pelatihan kuliner swasta di Surabaya yang berpengaruh semakin mengkristal. Kali ini giliran Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jatim Jl Jemur Andayani 55 Surabaya yang menjalin kerjasama dengan pihak TCI menggelar pelatihan kuliner untuk para anggotanya.


Kerja sama antara dua lembaga itu tertuang dalam Surat Perjanjian No. 361/OR/SK/KSBW/V/2014 tertanggal 16 Mei 2014 yang ditandatangani Ir Indri Soerjani, Ketua I Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jatim dan Nofembrianti dari pihak TCI Surabaya.


Bendahara II Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim Kusumo Wardhani, mengatakan, pelatihan kuliner menu katering ini merupakan program kerja koperasi untuk tahun 2014. Selain itu masih ada jenis pelatihan lain yang masuk program kerja tahun ini yakni teknologi informasi (TI) komputer, kerajinan (handicraft), dan menjahit (pecah model dan busana).

”Ketika itu kami tawarkan kepada anggota untuk mengikuti pelatihan kuliner menu katering ternyata dari 11 ribu-an anggota koperasi hanya menjaring 234 orang peserta. Sedangkan anggota lainnya memilih belajar komputer, busana atau kerajinan.Makanya 234 orang ini yang kami gilir belajar kuliner di TCI mulai 19 – 31 Mei 2014,” ujar Bu Dhani, sapaan karib Kusumo Wardhani ketika dihubungi melalui telepon di kantornya, Selasa (20/5).


Pelatihan kuliner kepada anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim ini selain untuk menambah keterampilan anggota dalam hal kuliner, juga diharapkan kelak setelah mereka belajar praktik menu katering secara langsung, ada keinginan untuk membuka usaha katering sendiri sekalipun dalam skala rumahan.


”Nah, dengan bekal keterampilan masak memasak inilah, kami berharap para anggota koperasi bisa mengkreasikan pengalamannya ini dengan membuka usaha mandiri demi menambah penghasilan keluarga. Kami akan support mereka sampai sukses,” terang Kusumo Wardhani.

Nofembrianti dari TCI Surabaya menambahkan, kerjasama antara TCI dengan Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim ini merupakan bukti nyata bahwa keberadaan TCI tetap diperhitungkan dalam menghelat pelatihan kuliner maupun pelatihan nonfood.

Dalam surat perjanjian, sebetulnya yang dijadwalkan ikut pelatihan kuliner adalah 234 orang, tetapi untuk tahap awal anggota koperasi yang menyatakan kesiapannya baru 175-an. Makanya yang dilatih untuk sementara baru 175 orang. Pelatihannya sendiri dimulai sejak Senin (19/5) lalu dari pukul 09.00-14.0009.00-14.00 dengan durasi lima jam perhari.

Setiap hari pelatihan kuliner menu katering ini diikuti 25-30 peserta, yang terbagi dalam lima kelompok @ enam orang. Mereka diajarkan menu pembuka (aneka salad), menu inti (aneka olahan daging dan sayur) dan menu penutup (terdiri atas pudding dan aneka es).

Pihak TCI menunjuk dua orang sebagai instruktur andalnya, yakni chef Yudha Agustian dan chef Mahmudi, untuk mendampingi peserta pelatihan menu katering dari Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim.

”Selain itu, setiap peserta pelatihan berhak mendapatkan tas cantikdari TCI yang berisi celemek, materi pelatihan, ballpoint, snack (makanan ringan)dan air minum dalam kemasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, setiap peserta akan kami berikan sertifikat,” pungkasnya. (ahn)
12.51 Tristar Culinary Institute


Kolaborasi Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim dan Tristar Culinary Institute

234 Anggota Koperasi Belajar Kuliner

KEPERCAYAAN publik terhadap eksistensi Tristar Culinary Institute (TCI), sebagai lembaga pelatihan kuliner swasta di Surabaya yang berpengaruh semakin mengkristal. Kali ini giliran Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jatim Jl Jemur Andayani 55 Surabaya yang menjalin kerjasama dengan pihak TCI menggelar pelatihan kuliner untuk para anggotanya.


Kerja sama antara dua lembaga itu tertuang dalam Surat Perjanjian No. 361/OR/SK/KSBW/V/2014 tertanggal 16 Mei 2014 yang ditandatangani Ir Indri Soerjani, Ketua I Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jatim dan Nofembrianti dari pihak TCI Surabaya.


Bendahara II Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim Kusumo Wardhani, mengatakan, pelatihan kuliner menu katering ini merupakan program kerja koperasi untuk tahun 2014. Selain itu masih ada jenis pelatihan lain yang masuk program kerja tahun ini yakni teknologi informasi (TI) komputer, kerajinan (handicraft), dan menjahit (pecah model dan busana).

”Ketika itu kami tawarkan kepada anggota untuk mengikuti pelatihan kuliner menu katering ternyata dari 11 ribu-an anggota koperasi hanya menjaring 234 orang peserta. Sedangkan anggota lainnya memilih belajar komputer, busana atau kerajinan.Makanya 234 orang ini yang kami gilir belajar kuliner di TCI mulai 19 – 31 Mei 2014,” ujar Bu Dhani, sapaan karib Kusumo Wardhani ketika dihubungi melalui telepon di kantornya, Selasa (20/5).


Pelatihan kuliner kepada anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim ini selain untuk menambah keterampilan anggota dalam hal kuliner, juga diharapkan kelak setelah mereka belajar praktik menu katering secara langsung, ada keinginan untuk membuka usaha katering sendiri sekalipun dalam skala rumahan.


”Nah, dengan bekal keterampilan masak memasak inilah, kami berharap para anggota koperasi bisa mengkreasikan pengalamannya ini dengan membuka usaha mandiri demi menambah penghasilan keluarga. Kami akan support mereka sampai sukses,” terang Kusumo Wardhani.

Nofembrianti dari TCI Surabaya menambahkan, kerjasama antara TCI dengan Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim ini merupakan bukti nyata bahwa keberadaan TCI tetap diperhitungkan dalam menghelat pelatihan kuliner maupun pelatihan nonfood.

Dalam surat perjanjian, sebetulnya yang dijadwalkan ikut pelatihan kuliner adalah 234 orang, tetapi untuk tahap awal anggota koperasi yang menyatakan kesiapannya baru 175-an. Makanya yang dilatih untuk sementara baru 175 orang. Pelatihannya sendiri dimulai sejak Senin (19/5) lalu dari pukul 09.00-14.0009.00-14.00 dengan durasi lima jam perhari.

Setiap hari pelatihan kuliner menu katering ini diikuti 25-30 peserta, yang terbagi dalam lima kelompok @ enam orang. Mereka diajarkan menu pembuka (aneka salad), menu inti (aneka olahan daging dan sayur) dan menu penutup (terdiri atas pudding dan aneka es).

Pihak TCI menunjuk dua orang sebagai instruktur andalnya, yakni chef Yudha Agustian dan chef Mahmudi, untuk mendampingi peserta pelatihan menu katering dari Kopwan Setia Bhakti Wanita Jatim.

”Selain itu, setiap peserta pelatihan berhak mendapatkan tas cantikdari TCI yang berisi celemek, materi pelatihan, ballpoint, snack (makanan ringan)dan air minum dalam kemasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, setiap peserta akan kami berikan sertifikat,” pungkasnya. (ahn)

Kerjasama Pemkab Wonosobo denganTristar Culinary Institute (TCI) Surabaya

30 Petani Manggis Belajar Buat Cuka, Selai, Sari Buah, Dodol dan Wine dari Buah Manggis

HARGA sebuah kepercayaan memang mahal. Ini dibuktikan Tristar Culinary Institute (TCI) Surabaya yang dipercaya Pemkab Wonosobo Jateng memberi pelatihan kepada 30 petani manggis berupa penanganan teknologi pasca panen,  menyusul semakin meningkatnya hasil panen buah manggis dari daerah tersebut.


Nah, terobosan melatih petani manggis bersama TCI Surabaya ini merupakan solusi cerdas yang diusung Pemkab Wonosobo untuk mengatasi melimpahnya hasil panen buah manggis dari sentra-sentra kebun manggis milik anggota kelompok tani manggis daerah Wonosobo dan sekitarnya. 

Merasa tersanjung karena mendapatkan kepercayaan dari Pemkab Wonosobo, maka pihak TCI pun mengirim tim lengkap yang tediri dari chef Lydia Nursanti, chef Gansar Aji Santoso, asisten chef WahyudanSuwono (kameramen) keWonosobo.

Pelatihan olahan manggis untuk membuat cuka, sari buah (minuman dalam kemasan), selai, dodol manggis, wine, bubuk granusasi (untuk buat permen dan minuman) bersama petani manggis itu dihelat pada 11-13 Mei 2014. 
Pelatihan penanganan pasca panen buah manggis itu merupakan kerja bareng antara Pemkab Wonosobo dengan melibatkan PT Sido Muncul, Mitra Herbal Indonesia (MHI) dan TCI Surabaya.

Pelatihan hari pertama, peserta pelatihan diajak praktik langsung membuat dodol manggis, selai, bubukgranulasi (untuk permen dan minuman).Bubuk granulasi dibuat dari sari buah manggis dicampur gula pasir, Bahan ini kemudian disangrai sampai menjadi granul. Granul ini dibikin bubuk (untuk minuman) atau granulasi untukmembuat permen.

Sedangkan pelatihan hari kedua, peserta diajarkan cara membuat berbagai olahan buah manggis untuk dijadikan cuka, wine, selai dan sari buah (minuman dalam kemasan). Sementara itu, kulit buah manggisnya sendiri diolah lebih lanjut oleh MHI untuk bahan baku membuat obat herbal.

Christian Gunawan dari MHI mengatakan, latar belakang dihelatnya pelatihan membuat aneka olahan dari buah manggis karena hasil panen manggis di daerah Wonosobo dari tahun ketahun trennya terus meningkat. Nah, pada saat panen raya, banyak buah manggis yang tidak terserap pasar sehingga harga buah di tingkat petani anjlok.

Untuk mengurangi kerugian di tingkat petani, maka Pemkab Wonosobo bersama MHI dan PT Sido Muncul tergerak untuk memberi pelatihan kepada anggota kelompok tani manggis berupa tata cara mengolah buah manggis, sehingga punya nilai tambah secara ekonomi bagi petani manggis dan keluarganya.

Sementara itu, kulit buah manggis, yang selama ini dianggap limbah, dimanfaatkan oleh pihak MHI untuk bahan baku pembuatan obat herbal. Dengan demikian petani manggis di daerah Wonosobo tidak perlu galau setiap memasuki panen raya, karena buah manggis hasil panen petani tetap terserap pasar.

Pasalnya, buah manggis yang tersedia melimpah pada saat panen raya bisa dijadikan aneka makanan olahan yang punya nilai ekonomi tinggi. Selain itu, kulit manggis yang selama ini menjadi sampah (limbah) juga ”laku” karena diserap oleh pihak MHI untuk bahan baku pembuatan obat herbal yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Selainitu, sebagaia presiasi kepada petani manggis yang mengikuti pelatihan tersebut maka Pemkab Wonosobo melalui pihak MHI memberikan 30 bibit tanaman cabe obat, 30 bibit tanaman kapulaga, 30 bibit tanaman kayu ulet, 30 bibit tanaman obat lainnya berikut contoh produk jadi dari hasil pengolahan tanaman obat.

Chef Lydia Nursantidari TCI Surabaya menambahkan, pelatihan aneka olahan buah manggis yang diikuti 30 petani manggis ini berjalan lancar berkat atensi yang luar biasa dari Pemkab Wonosobo, PT Sido Muncul dan pihak MHI. 

”Kedepan, pelatihan semacam ini akan terus digalakkan oleh pemda setempat mengingat besarnya manfaat yang diperoleh petani dan keluarganya. Terobosan ini tentu memberi angin segar bagi petani untuk tetap fokus menjalankan usaha taninya,”terangSanti, sapaan karib Lydia Nursanti di ruang kerjanya, kemarin. (ahn)
12.23 Tristar Culinary Institute

Kerjasama Pemkab Wonosobo denganTristar Culinary Institute (TCI) Surabaya

30 Petani Manggis Belajar Buat Cuka, Selai, Sari Buah, Dodol dan Wine dari Buah Manggis

HARGA sebuah kepercayaan memang mahal. Ini dibuktikan Tristar Culinary Institute (TCI) Surabaya yang dipercaya Pemkab Wonosobo Jateng memberi pelatihan kepada 30 petani manggis berupa penanganan teknologi pasca panen,  menyusul semakin meningkatnya hasil panen buah manggis dari daerah tersebut.


Nah, terobosan melatih petani manggis bersama TCI Surabaya ini merupakan solusi cerdas yang diusung Pemkab Wonosobo untuk mengatasi melimpahnya hasil panen buah manggis dari sentra-sentra kebun manggis milik anggota kelompok tani manggis daerah Wonosobo dan sekitarnya. 

Merasa tersanjung karena mendapatkan kepercayaan dari Pemkab Wonosobo, maka pihak TCI pun mengirim tim lengkap yang tediri dari chef Lydia Nursanti, chef Gansar Aji Santoso, asisten chef WahyudanSuwono (kameramen) keWonosobo.

Pelatihan olahan manggis untuk membuat cuka, sari buah (minuman dalam kemasan), selai, dodol manggis, wine, bubuk granusasi (untuk buat permen dan minuman) bersama petani manggis itu dihelat pada 11-13 Mei 2014. 
Pelatihan penanganan pasca panen buah manggis itu merupakan kerja bareng antara Pemkab Wonosobo dengan melibatkan PT Sido Muncul, Mitra Herbal Indonesia (MHI) dan TCI Surabaya.

Pelatihan hari pertama, peserta pelatihan diajak praktik langsung membuat dodol manggis, selai, bubukgranulasi (untuk permen dan minuman).Bubuk granulasi dibuat dari sari buah manggis dicampur gula pasir, Bahan ini kemudian disangrai sampai menjadi granul. Granul ini dibikin bubuk (untuk minuman) atau granulasi untukmembuat permen.

Sedangkan pelatihan hari kedua, peserta diajarkan cara membuat berbagai olahan buah manggis untuk dijadikan cuka, wine, selai dan sari buah (minuman dalam kemasan). Sementara itu, kulit buah manggisnya sendiri diolah lebih lanjut oleh MHI untuk bahan baku membuat obat herbal.

Christian Gunawan dari MHI mengatakan, latar belakang dihelatnya pelatihan membuat aneka olahan dari buah manggis karena hasil panen manggis di daerah Wonosobo dari tahun ketahun trennya terus meningkat. Nah, pada saat panen raya, banyak buah manggis yang tidak terserap pasar sehingga harga buah di tingkat petani anjlok.

Untuk mengurangi kerugian di tingkat petani, maka Pemkab Wonosobo bersama MHI dan PT Sido Muncul tergerak untuk memberi pelatihan kepada anggota kelompok tani manggis berupa tata cara mengolah buah manggis, sehingga punya nilai tambah secara ekonomi bagi petani manggis dan keluarganya.

Sementara itu, kulit buah manggis, yang selama ini dianggap limbah, dimanfaatkan oleh pihak MHI untuk bahan baku pembuatan obat herbal. Dengan demikian petani manggis di daerah Wonosobo tidak perlu galau setiap memasuki panen raya, karena buah manggis hasil panen petani tetap terserap pasar.

Pasalnya, buah manggis yang tersedia melimpah pada saat panen raya bisa dijadikan aneka makanan olahan yang punya nilai ekonomi tinggi. Selain itu, kulit manggis yang selama ini menjadi sampah (limbah) juga ”laku” karena diserap oleh pihak MHI untuk bahan baku pembuatan obat herbal yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Selainitu, sebagaia presiasi kepada petani manggis yang mengikuti pelatihan tersebut maka Pemkab Wonosobo melalui pihak MHI memberikan 30 bibit tanaman cabe obat, 30 bibit tanaman kapulaga, 30 bibit tanaman kayu ulet, 30 bibit tanaman obat lainnya berikut contoh produk jadi dari hasil pengolahan tanaman obat.

Chef Lydia Nursantidari TCI Surabaya menambahkan, pelatihan aneka olahan buah manggis yang diikuti 30 petani manggis ini berjalan lancar berkat atensi yang luar biasa dari Pemkab Wonosobo, PT Sido Muncul dan pihak MHI. 

”Kedepan, pelatihan semacam ini akan terus digalakkan oleh pemda setempat mengingat besarnya manfaat yang diperoleh petani dan keluarganya. Terobosan ini tentu memberi angin segar bagi petani untuk tetap fokus menjalankan usaha taninya,”terangSanti, sapaan karib Lydia Nursanti di ruang kerjanya, kemarin. (ahn)

Jumat, 09 Mei 2014


Akpar Majapahit Menuju Akreditasi  B

Untuk Prodi Perhotelan dan Pariwisata

UPAYA Yayasan Eka Prasetya Mandiri –pengelola Akpar Majapahit meningkatkan kualitas belajar mengajar mahasiswa sesuai amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi terus ditumbuhkembangkan, salah satunya adalah mengincar Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Ditjen Dikti Kemendiknas.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta, akreditasi yang dipersyaratkan Ditjen Dikti merupakan keniscayaan yang harus dipenuhi (dari aspek legalitas) oleh pihak pengelolanya, demi menjaga nama baik dan kredibilitas lembaga tersebut di mata publik. Dua program studi DIII Akpar Majapahit yang diakredikasi adalah Perhotelan dan Pariwisata (Usaha Perjalanan Wisata).

Pada tanggal 26-28 Maret 2014, tim assessor BAN PT yang terdiri dari Dr Johanes Sulistyadi (Assessor BAN-PT) dan Dr Santi Palupi (Assessor BAN-PT) melakukan visitasi ke Prodi Pariwisata Akpar Majapahit, sedangkan tim satunya lain yakni Drs Maman Lukman (Assessor BAN-PT) dan Dr Diena Mutiara (Assessor BAN-PT) melaksanakan visitasi ke Prodi Perhotelan Akpar Majapahit 27-29 Maret 2014.

Kehadiran tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit disambut hangat segenap civitas akademika Akpar Majapahit, mulai Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso, Ketua Yayasan Evie Muliasari S.Si Apt, Direktur Akpar Majapahit Dr Sumani, SE, Msi, Ak, Asdir I Hedy W. Saleh SH, MBA, Msi.Par, Asdir II Otje Herman Wibowo Amd.Par, SE, Asdir III Mafthucha Dipl.Hot, SE, M.Par, para dosen dan mahasiswa.

Ditanya kesan dan pesannya seusai visitasi di Akpar Majapahit, Dr Diena Mutiara, assessor BAN-PT, yang juga UPH Jakarta, memberi apresiasi positif terhadap civitas akademika Akpar Majapahit, terutama semangat owner-nya yang luar biasa dalam meng-internasionalkan kampus yang dikelola nya.


“Jujur saya katakan bahwa kampus ini small is beauty. Kecil tapi indah. Untuk saat ini predikat itu layak disematkan kepada kampus yang berlokasi di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Boleh dibilang unique,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya banyak memberikan masukan dan saran yang konstruktif kepada pihak yayasan dan menawarkan diri mengadakan studi banding di kampus UPH Jakarta, dimana dirinya mengajar di sana. Bahkan dia siap membina Akpar Majapahit menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus Sutrisno, SST.Par yang mendampingi Dr Diena Mutiara menambahkan, tim assessor tertarik melihat laboratorium  untuk praktik perhotelan di lantai 4 saat tour the campus. Fasilitasnya lengkap, ada kamar standar hotel bintang 4, lab housekeeping, front office, counter bar, toilet dan lain-lain.

Tim assessor BAN-PT ini juga menyempatkan diri melihat perpustakaan yang nyaman, demikian juga kondisi lab pastry dan culinary dinilainya cukup memadai. Visitasi tim assessor BAN-PT itu bertepatan dengan ujian massal mahasiswa –ujian mistery box (mahasiswa tidak tahu bahan apa yang dimasak).

Bahan mentah itu disediakan dosen dan baru diberitahukan kepada mahasiswa lima menit sebelum ujian. Untuk ini mahasiswa harus bisa memaksimalkan bahan baku yang disediakan sebelum diolah menjadi masakan yang siap saji. “Kalau saya melihat antusiasme anak-anak berkreasi saat mengikuti ujian massal, sungguh luar biasa. Amazing....,” puji Dr Diena Mutiara sambil tersenyum kepada mahasiswa.

Tidak hanya Dr Diena yang menawarkan studi banding, Dr Johanes Sulistyadi, Drs Maman Lukman dan Dr Santi Palupi pun menawarkan hal senada. Assessor BAN-PT yang juga dosen di STP Sahid Jakarta ini mengajak Ir Juwono Saroso melakukan studi banding ke STP Sahid dan jaringan Hotel Sahid Group, meskipun Hotel Sahid dengan STP Sahid terpisah secara manajemen.

Drs Maman Lukman menawarkan ratusan buku koleksi perpustakaan STP Bandung mulai hospitality, jurnal ilmiah, seminar dan sebagainya untuk digandakan demi kemajuan Akpar Majapahit. Hal ini disampaikan kepada Asdir III Akpar Majapahit Mafthucha Dipl.Hot, SE, Mpar., yang sudah dikenal lama sebagai dosen dan assessor BAN-PT.

Di mata Maman Lukman, keberadaan Akpar Majapahit dengan industry pariwisata sudah link & match karena kurikulum pendidikan yang disajikan kepada mahasiswa sudah ditunjang dengan fasilitas praktik di setiap perkuliahan dinilainya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan SDM yang profesional dalam industry pariwisata dan perhotelan.

Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso mengatakan, visitasi tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit merupakan sejarah tersendiri bagi kampus yang masih dibilang ank bawang. Namun pihaknya terus termotivasi untuk menjadikan kampus ini lebih baik dan tumbuh kembang menjadi yang terbaik di Jatim bahkan di Indonesia.

“Kehadiran tim assessor BAN-PT kali pertama untuk mengakreditasi dua program studi (prodi) Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit, kami harapkan jadi stimulan karena sejak semula kami mengincar akreditasi B untuk kedua prodi tersebut,” kata Ir Juwono Saroso di dampingi Hendrik Adrianus, Kahumas Akpar Majapahit di kantornya, kemarin.

Nah, sebagai masukan konstruktif bagi penyempurnaan lembaga pendidikan ini semakin memicu dan memacu pihak pengelola Akpar Majapahit terus berbenah, mulai penyempurnaan metode (silabus) pendidikan, kompetensi dosen, aspek manajemen dalam pengelolaan perguruan tinggi (PT).

“Penambahan fasilitas belajar mengajar dan penunjangnya yang mengacu pada Standar Pendidikan Manajemen Internal (SPMI) dari Ditjen Dikti atau memakai standar BAN-PT hingga masalah sertifikasi dosen (serdos) demi memenuhi amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, juga tidak luput untuk kami sempurnakan,” pungkasnya.

Sekedar informasi, sampai sekarang ini, Akpar Majapahit memiliki 40 dosen tetap, puluhan dosen tidak tetap dan 400-an mahasiswa. Kampus  A beralamatkan di Jl Raya Jemusari No. 244, sedangkan Kampus B berlokasi di Jl Kaliwaron No. 58-60 Surabaya. (ahn)
13.38 Tristar Culinary Institute

Akpar Majapahit Menuju Akreditasi  B

Untuk Prodi Perhotelan dan Pariwisata

UPAYA Yayasan Eka Prasetya Mandiri –pengelola Akpar Majapahit meningkatkan kualitas belajar mengajar mahasiswa sesuai amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi terus ditumbuhkembangkan, salah satunya adalah mengincar Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Ditjen Dikti Kemendiknas.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta, akreditasi yang dipersyaratkan Ditjen Dikti merupakan keniscayaan yang harus dipenuhi (dari aspek legalitas) oleh pihak pengelolanya, demi menjaga nama baik dan kredibilitas lembaga tersebut di mata publik. Dua program studi DIII Akpar Majapahit yang diakredikasi adalah Perhotelan dan Pariwisata (Usaha Perjalanan Wisata).

Pada tanggal 26-28 Maret 2014, tim assessor BAN PT yang terdiri dari Dr Johanes Sulistyadi (Assessor BAN-PT) dan Dr Santi Palupi (Assessor BAN-PT) melakukan visitasi ke Prodi Pariwisata Akpar Majapahit, sedangkan tim satunya lain yakni Drs Maman Lukman (Assessor BAN-PT) dan Dr Diena Mutiara (Assessor BAN-PT) melaksanakan visitasi ke Prodi Perhotelan Akpar Majapahit 27-29 Maret 2014.

Kehadiran tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit disambut hangat segenap civitas akademika Akpar Majapahit, mulai Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso, Ketua Yayasan Evie Muliasari S.Si Apt, Direktur Akpar Majapahit Dr Sumani, SE, Msi, Ak, Asdir I Hedy W. Saleh SH, MBA, Msi.Par, Asdir II Otje Herman Wibowo Amd.Par, SE, Asdir III Mafthucha Dipl.Hot, SE, M.Par, para dosen dan mahasiswa.

Ditanya kesan dan pesannya seusai visitasi di Akpar Majapahit, Dr Diena Mutiara, assessor BAN-PT, yang juga UPH Jakarta, memberi apresiasi positif terhadap civitas akademika Akpar Majapahit, terutama semangat owner-nya yang luar biasa dalam meng-internasionalkan kampus yang dikelola nya.


“Jujur saya katakan bahwa kampus ini small is beauty. Kecil tapi indah. Untuk saat ini predikat itu layak disematkan kepada kampus yang berlokasi di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Boleh dibilang unique,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya banyak memberikan masukan dan saran yang konstruktif kepada pihak yayasan dan menawarkan diri mengadakan studi banding di kampus UPH Jakarta, dimana dirinya mengajar di sana. Bahkan dia siap membina Akpar Majapahit menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus Sutrisno, SST.Par yang mendampingi Dr Diena Mutiara menambahkan, tim assessor tertarik melihat laboratorium  untuk praktik perhotelan di lantai 4 saat tour the campus. Fasilitasnya lengkap, ada kamar standar hotel bintang 4, lab housekeeping, front office, counter bar, toilet dan lain-lain.

Tim assessor BAN-PT ini juga menyempatkan diri melihat perpustakaan yang nyaman, demikian juga kondisi lab pastry dan culinary dinilainya cukup memadai. Visitasi tim assessor BAN-PT itu bertepatan dengan ujian massal mahasiswa –ujian mistery box (mahasiswa tidak tahu bahan apa yang dimasak).

Bahan mentah itu disediakan dosen dan baru diberitahukan kepada mahasiswa lima menit sebelum ujian. Untuk ini mahasiswa harus bisa memaksimalkan bahan baku yang disediakan sebelum diolah menjadi masakan yang siap saji. “Kalau saya melihat antusiasme anak-anak berkreasi saat mengikuti ujian massal, sungguh luar biasa. Amazing....,” puji Dr Diena Mutiara sambil tersenyum kepada mahasiswa.

Tidak hanya Dr Diena yang menawarkan studi banding, Dr Johanes Sulistyadi, Drs Maman Lukman dan Dr Santi Palupi pun menawarkan hal senada. Assessor BAN-PT yang juga dosen di STP Sahid Jakarta ini mengajak Ir Juwono Saroso melakukan studi banding ke STP Sahid dan jaringan Hotel Sahid Group, meskipun Hotel Sahid dengan STP Sahid terpisah secara manajemen.

Drs Maman Lukman menawarkan ratusan buku koleksi perpustakaan STP Bandung mulai hospitality, jurnal ilmiah, seminar dan sebagainya untuk digandakan demi kemajuan Akpar Majapahit. Hal ini disampaikan kepada Asdir III Akpar Majapahit Mafthucha Dipl.Hot, SE, Mpar., yang sudah dikenal lama sebagai dosen dan assessor BAN-PT.

Di mata Maman Lukman, keberadaan Akpar Majapahit dengan industry pariwisata sudah link & match karena kurikulum pendidikan yang disajikan kepada mahasiswa sudah ditunjang dengan fasilitas praktik di setiap perkuliahan dinilainya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan SDM yang profesional dalam industry pariwisata dan perhotelan.

Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso mengatakan, visitasi tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit merupakan sejarah tersendiri bagi kampus yang masih dibilang ank bawang. Namun pihaknya terus termotivasi untuk menjadikan kampus ini lebih baik dan tumbuh kembang menjadi yang terbaik di Jatim bahkan di Indonesia.

“Kehadiran tim assessor BAN-PT kali pertama untuk mengakreditasi dua program studi (prodi) Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit, kami harapkan jadi stimulan karena sejak semula kami mengincar akreditasi B untuk kedua prodi tersebut,” kata Ir Juwono Saroso di dampingi Hendrik Adrianus, Kahumas Akpar Majapahit di kantornya, kemarin.

Nah, sebagai masukan konstruktif bagi penyempurnaan lembaga pendidikan ini semakin memicu dan memacu pihak pengelola Akpar Majapahit terus berbenah, mulai penyempurnaan metode (silabus) pendidikan, kompetensi dosen, aspek manajemen dalam pengelolaan perguruan tinggi (PT).

“Penambahan fasilitas belajar mengajar dan penunjangnya yang mengacu pada Standar Pendidikan Manajemen Internal (SPMI) dari Ditjen Dikti atau memakai standar BAN-PT hingga masalah sertifikasi dosen (serdos) demi memenuhi amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, juga tidak luput untuk kami sempurnakan,” pungkasnya.

Sekedar informasi, sampai sekarang ini, Akpar Majapahit memiliki 40 dosen tetap, puluhan dosen tidak tetap dan 400-an mahasiswa. Kampus  A beralamatkan di Jl Raya Jemusari No. 244, sedangkan Kampus B berlokasi di Jl Kaliwaron No. 58-60 Surabaya. (ahn)

Sabtu, 22 Maret 2014





           SOSOK Daniel penampilannya memang kalem, tapi jangan salah sangka kalau bujangan yang punya tinggi badan172 cm ini boleh dibilang piawai dalam urusan bisnis Wedding Cake di Bali.

          Bisnis wedding cake yang telah dirintisnya sejak dua tahun lalu itu semakin bersinar seiring dengan kian banyaknya atensi masyarakat terhadap aneka kreasi produk wedding cake di pulau Dewata tersebut terutama untuk mendukung pernak-pernik pesta pernikahan.
Info Kuliah di Tristar Culinary Institute
Surabaya & Jakarta
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          Di mata pria kelahiran Jakarta 28 tahun silam itu, sukses menyelesaikan jalur pendidikan formal S1 jurusan Arsitektur Universitas Atmajaya (2008) dan meneruskan kuliah S2 jurusan Managemen Bisnis Ubaya (2011) masih belum cukup untuk terjun di belantara dunia bisnis, sehingga pria berkacamata ini masih menyempatkan diri mengenyam pendidikan Pastry dan Culinary di TristarCulinary Institute (TCI), lulus pada 2011 lalu.
          Nah berangkat dari hobinya membuat kue danmenghiasnya menjadi kue yang penampilannya menarik, mendorong dirinya untuk membuka usaha pastry.Dengan dukungan orang tua tentunya, ia memulai usahanya dengan menekuni pembuatan pia –dengan merek Tiga Raja—di Jl Tukad Yeh Aya 112 A Renon, Denpasar.


          Pia yang diproduksinya terinspirasi dari pia –oleh-oleh khasJogja— tetapi ukurannya dibuat lebih besar.dengan enam pilihan rasa, yakni Pia Original (Kacang Hijau),  Pia Keju Susu, Pia Spesial Coklat, Pia Fruity Cherry, Pia Durian Montong danPia Campur. Dengan  tampilan dan kemasan yang berbeda inilah maka Daniel berani mengklaim kalau pia Tiga Raja yang diproduksinya layak disejajarkan dengan piaJogja, sekaligus dikenal sebagai oleh-oleh khas Bali.

          PiaTiga Raja selain tersedia di outlet Jl Tukad Yeh Aya 112 A Renon, Denpasar, juga bisa dipesan di toko oleh-oleh (ada 4 toko) sebagai penyalur dan dua supermarket di Denpasar yang bekerjasama dengan pihak Moist Cake Shop, yang memproduksi piaTiga Raja.
Info Kuliah di Tristar Culinary Institute
Surabaya & Jakarta
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.
          ”Kalau soal rasa, piaTiga Raja boleh diadu.Ibarat ada rasa ada harga.Satu pack piaTiga Raja isi delapan biji dipatok Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu.Untuk oleh-oleh keluarga, kerabat atau orang-orang tercinta, harga segitu tidak terlalu mahal koq,” tukas Daniel, sembari tersenyum.
Info Kuliah di Tristar Culinary Institute
Surabaya & Jakarta
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.
          Tidak hanya menyediakan pia untuk oleh-oleh, Moist Cake Shop juga menyediakan aneka Wedding Cake, Birthday Cake (Sacher, Tiramisu, Spiku, Vanila Fruit, Reguler Cake, Photo Cake), Picture Chocolate Loypop (untuk cendera mata), Breads, Pudding, Cookies, Snack Box dan lain-lain.
Info Kuliah di Tristar Culinary Institute
Surabaya & Jakarta
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.
          Dengan menambah varian produk roti dan kue yang diproduksi  Moist Cake Shop, maka permintaan pun semakin banyak.Untuk mendukung roda bisnis, Daniel dibantu empat orang karyawan yang ahli dibidangnya. Sementara itu untuk mendukung pemasaran, pihaknya selain rajin mengikuti berbagai event pameran terutama wedding expo, juga membuat website sendiri, yakni:  www.moistweddingcake.com.

          ”Dampaknya memang terasa karena wedding cake yang diproduksinya sekarang semakin dikenal publik Bali.Makanya, tak heran jika omzet usahanya saat ini bisa tembus Rp 75 jutaper bulan,” pungkasnya.  

 Info Kuliah di Tristar Culinary Institute
Surabaya & Jakarta
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.


(ahn)




.


18.36 Tristar Culinary Institute




           SOSOK Daniel penampilannya memang kalem, tapi jangan salah sangka kalau bujangan yang punya tinggi badan172 cm ini boleh dibilang piawai dalam urusan bisnis Wedding Cake di Bali.

          Bisnis wedding cake yang telah dirintisnya sejak dua tahun lalu itu semakin bersinar seiring dengan kian banyaknya atensi masyarakat terhadap aneka kreasi produk wedding cake di pulau Dewata tersebut terutama untuk mendukung pernak-pernik pesta pernikahan.
Info Kuliah di Tristar Culinary Institute
Surabaya & Jakarta
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.

          Di mata pria kelahiran Jakarta 28 tahun silam itu, sukses menyelesaikan jalur pendidikan formal S1 jurusan Arsitektur Universitas Atmajaya (2008) dan meneruskan kuliah S2 jurusan Managemen Bisnis Ubaya (2011) masih belum cukup untuk terjun di belantara dunia bisnis, sehingga pria berkacamata ini masih menyempatkan diri mengenyam pendidikan Pastry dan Culinary di TristarCulinary Institute (TCI), lulus pada 2011 lalu.
          Nah berangkat dari hobinya membuat kue danmenghiasnya menjadi kue yang penampilannya menarik, mendorong dirinya untuk membuka usaha pastry.Dengan dukungan orang tua tentunya, ia memulai usahanya dengan menekuni pembuatan pia –dengan merek Tiga Raja—di Jl Tukad Yeh Aya 112 A Renon, Denpasar.


          Pia yang diproduksinya terinspirasi dari pia –oleh-oleh khasJogja— tetapi ukurannya dibuat lebih besar.dengan enam pilihan rasa, yakni Pia Original (Kacang Hijau),  Pia Keju Susu, Pia Spesial Coklat, Pia Fruity Cherry, Pia Durian Montong danPia Campur. Dengan  tampilan dan kemasan yang berbeda inilah maka Daniel berani mengklaim kalau pia Tiga Raja yang diproduksinya layak disejajarkan dengan piaJogja, sekaligus dikenal sebagai oleh-oleh khas Bali.

          PiaTiga Raja selain tersedia di outlet Jl Tukad Yeh Aya 112 A Renon, Denpasar, juga bisa dipesan di toko oleh-oleh (ada 4 toko) sebagai penyalur dan dua supermarket di Denpasar yang bekerjasama dengan pihak Moist Cake Shop, yang memproduksi piaTiga Raja.
Info Kuliah di Tristar Culinary Institute
Surabaya & Jakarta
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.
          ”Kalau soal rasa, piaTiga Raja boleh diadu.Ibarat ada rasa ada harga.Satu pack piaTiga Raja isi delapan biji dipatok Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu.Untuk oleh-oleh keluarga, kerabat atau orang-orang tercinta, harga segitu tidak terlalu mahal koq,” tukas Daniel, sembari tersenyum.
Info Kuliah di Tristar Culinary Institute
Surabaya & Jakarta
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.
          Tidak hanya menyediakan pia untuk oleh-oleh, Moist Cake Shop juga menyediakan aneka Wedding Cake, Birthday Cake (Sacher, Tiramisu, Spiku, Vanila Fruit, Reguler Cake, Photo Cake), Picture Chocolate Loypop (untuk cendera mata), Breads, Pudding, Cookies, Snack Box dan lain-lain.
Info Kuliah di Tristar Culinary Institute
Surabaya & Jakarta
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.
          Dengan menambah varian produk roti dan kue yang diproduksi  Moist Cake Shop, maka permintaan pun semakin banyak.Untuk mendukung roda bisnis, Daniel dibantu empat orang karyawan yang ahli dibidangnya. Sementara itu untuk mendukung pemasaran, pihaknya selain rajin mengikuti berbagai event pameran terutama wedding expo, juga membuat website sendiri, yakni:  www.moistweddingcake.com.

          ”Dampaknya memang terasa karena wedding cake yang diproduksinya sekarang semakin dikenal publik Bali.Makanya, tak heran jika omzet usahanya saat ini bisa tembus Rp 75 jutaper bulan,” pungkasnya.  

 Info Kuliah di Tristar Culinary Institute
Surabaya & Jakarta
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.


(ahn)




.